Minggu, 28 Agustus 2016

TOKOH PADA ORDE BARU

1.           Soeharto
Soeharto presiden kedua Indonesia lahir pada 8 Juni 1921, di sebuah dusun yamg ada di Sedayu , Kabupaten Bantul, Yogyakarta.  Karier Soeharto menjelit sejak sukses membongkar aksi PKI menggulingkan Soekarno serta menculik jenderal-jenderal TNI Ad Jakarta dan Yogyakarta. Setelah Orde lama berakhir pada 12 Maret 1967 , Soeharto dilantik menjadi pejabat presiden guna menggantikan Soekarno yang lengser karena sakit. Setahun kemudian atas perintah MPR , Soeharto dilantik menjadi presiden kedua Indonesia.  Setelah resmi menjadi presiden Indonesia, pak HArto merencanakan pembangunan lima tahun atau Pelita I. Wakil Presiden pada waktu itu adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Pembangunan di masa pak Harto lebih ditekankan pada swasembada pangan dan pembangunan infrastruktur dalam pertanian.   Pak Soeharto sukses memakmurkan rakyatnya dengan program swasembada pangan dan Keluarga Berencana atau KB. Poplasi penduduk berhasil ditekan dan pendidikan dsar dijadikan pendidikan wajib.  Namun di sisi lain , kebebasan pers dikekan pada masa pemerintahannya. Kebebasan pers dikekang selama 35 tahun sehingga terjadi KKN dalam birokrasi pemerintahan Indonesia. Maka Soeharto diturunkan dari jabatannya oleh kekuatan masyarakat pada tahun 1998.

22. Adam Malik
Adam Malik merupakan seorang warga Negara yang berhasil menghilangkan nilai tawar Indonesia di mata Negara-negara lain. Adam Malik lahir pada 22 Juli 1917 di Pematang Siantar, Sumatera Utara.  Awal karier Adam Malik di mulai pada saat dia menjadi jurnalis dan sering mengikuti kegiatan – kegiatan menuju kemerdekaan bersama para pemuda. Perjuangan Adam MAlik ditulis dalam sebuah bentuk tulisan. Adam Malik turut merintis Antara,  kantor berita nasional. Adam Malik aktif dalam kegiatan menuju kemerdeklaan, salah satunya dia bersama para pemuda melakukan penculikan kepasa Soekarono-Hatta ke Rengasdengklok. Adam Malik juga terjun ke dalam dunia politik dan menjabat sebagai ketua Partai Gerindo Pematar Siantar. Karier politiknya membawa dia menjadi tokoh politik Indonesia. Di cabinet Soeharto, Adam MAlik menjadi menteri luar negri. Dan kemudian I diangkat menjadi wakil presiden ketiga setelah Sri Sultan Hamengkubuwono.

2.           Sri Sultan Hamengkubuwono IX

          Sri Sultan merupakan orang yang berjasa bagi kemerdekaan Indonesia. Ia adalah orang  pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Sri Sultan memberikan dana pribadinya untuk membayar para tentara Indonesia dan memberikan sebuah ruangan kosong di keratin utnutk menjadi tempat persembunyian tentara Indonesia dari Belanda. Ketika pemerintahan Soeharto, Sri Sultan di angkat menjadi wakil presiden kedua setelah Hatta. Sebelumnya , Sri Sultan adalah Menteri Utama Bidang Ekonomi dan Keuangan. Setelah turun dari jabatannya Sri Sultan menjadi Gubernur di daerah Istimewa Yogyakarta sampai akhir khayatnya, Sri Sultan meninggal di Amerika Serikat pada 1998 pada saat pengobatan dan dikuburkan di Imogiri.

3.           Ali Murtopo
Ali Murtopo ladir pada 23 September 1924 di Blora, Jawa Tengah.  Semasa hidupnya, Ali Murtopo menjadi tangan kananya Soeharto dalam mengurusi politik, telik sandi maupun stabilitas dalam negri. Ali Murtopo memulai kariernya sejak bergabung BKR. Setelah TNI terbentuk , Ali Murtopo bertugas di Kodam Diponegoro , Jawa Tengah. Tugas operasi lapangannya antara lain adalah operasi pembasmian oemberontakan Darul Islam, pimpinan Kartusuwiryo, operasi intelijen pemberontakan PKI. Dalam Kabinet Soeharto, Ali Murtopo menduduki sebagai Mentri Penerangan Indonesia. Tapi sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Badan Koordinasi  Intelijen Negara. Ali Murtopo merupakan orang yang berjasa membangun unstitusi intilijen modern di Indonesia.  Dia adalah tokoh politik INdonesai baik di depan atu nelakang panggung.

4.           Sintong Hamonangan Panjaitan
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sintong Hamonangan Panjaitan atau biasa dirujuk Sintong Panjaitan (lahir di Sumatera Utara, 4 September 1940; umur 75 tahun) adalah seorang purnawirawan TNI lulusan Akademi Militer Nasional (kini Akademi Militer) tahun 1963.

5.           Amir Machmud
Amirmachmud (lahir di Cimahi, 21 Februari 1923 – meninggal di Cimahi, 21 April 1995 pada umur 72 tahun) adalah seorang Jenderal Militer Indonesia yang merupakan saksi mata penandatanganan Supersemar, sebuah dokumen serah terima kekuasaan dari Presiden Sukarno kepada Jenderal Suharto.

6. Pahlawan Revolusi di Tragedi Trisakti 1998.

A. Hafidin Royan, Mahasiswa Teknik Sipil 

Tak ada yang menyangka jika hari itu menjadi hari pertemuan terakhir Hafidin Royan, remaja murah senyum yang lahir di Bandung pada 28 September 1976 lalu. Ia meninggal dan jadi korban tragedi Trisakti, sebuah peluru tajam menembus bagian kepalanya. 

Dan cita-citanya yang ingin menjadi seorang Sarjana Teknik Sipil, harus turut terkubur bersama tubuh kakunya. Sampai hari ini pun kamar mendiang Hafidin masih  terisi barang-barang miliknya dan tak pernah tersentuh oleh siapapun apalagi dipindahkan.

B. Elang Mulia Lesmana, Mahasiswa Arsitektur 

Wajahnya sangat rupawan dan ia terbilang masih sangat muda kala itu. Mahasiswa ganteng yang mengambil jurusan Arsitektur ini juga dikenal sangat cerdas. Namun pria kelahiran Jakarta 5 Juli 1978 yang masih berusia 19 tahun itu harus berakhir karena peluru tajam dari aparat telah menembus dadanya. 

Seketika jantungnya robek, bahkan botol parfum kesayangan yang ada di dalam tas milik Elang ikut pecah berhamburan. Saat peristiwa Tragedi Trisakti, Elang tak berhasil menyelamatkan diri ketika ratusan aparat gabungan dari TNI dan Polri menembaki massa mahasiswa yang hendak pergi ke arah jalur Senayan.

Pada malam sebelum Elang tewas, ia sempat berkumpul bersama teman-temannya untuk mengerjakan tugas kelompok. Dan keesokan harinya baru ia bergabung dengan mahasiswa lainnya untuk melakukan aksi demonstrasi.

C. Heri Hertanto, Mahasiswa Teknik Mesin 

Sosok pemuda Heri Hertanto dikenal bukan sebagai pegiat aktif dalam suatu gerakan di kampus Trisakti. Ini menurut keterangan sang Ibunda Lasmiyati bahwa anaknya Heri tak pernah sekalipun berbicara soal situasi dan kondisi politik Indonesia pada masa itu. Ia hanya tahu Heri selalu tekun belajar di Jurusan Teknik Mesin, adapun cita-citanya agar tercapai membuka wirausaha bengkel ditempatnya. 
 Namun takdir kematian manusia tiada yang bisa menebak, segala sesuatu seolah sudah digariskan. Heri anak kesayangannya harus tewas di ujung senapan aparat, yang tak mengenal kata kompromi. Padahal sebelum insiden Trisakti itu meletus, Heri sempat diajak pulang oleh teman-temannya.

D. Hendriawan Sie, Mahasiswa Jurusan Ekonomi 
Adalah Hendriawan Sie, remaja kelahiran 3 Maret 1978 Balikpapan. Ia adalah mahasiswa Trisakti terakhir yang gugur menjadi pahlawan reformasi. Pada saat Tragedi Trisakti meletus ia tertembak peluru tajam dibagian leher, saat ia sedang berdiri dibalik pagar. Mirisnya posisi Hendriawan berada masih dalam lingkungan kampusnya sendiri. 

Namun apa yang terjadi, Tuhan ternyata lebih menyayangi Hendriawan. Ia harus meninggal di usianya yang terbilang sangat muda ketika masih berusia 20 tahun. Miris mendengarnya, mereka sang Pahlawan Reformasi dibunuh karena Benar, namun api kebenaran itu tak kan pernah bisa padam dan kita semua adalah saksinya. Dan ingatlah! kebebasan bersuara, berpikir dan berpendapat yang bisa kita miliki saat ini adalah karena jasa-jasa mereka.

1 komentar:

  1. nano titanium by babyliss pro - Titanium-Armeny
    The nano titanium trim reviews titanium by titanium dive knife babyliss pro is a large transparent crystal that titanium bikes weighs less than 0.7 grams. It contains only the trekz titanium headphones alpha and titanium engine block beta of an

    BalasHapus