TOKOH PADA ORDE BARU
1.
Soeharto
Soeharto presiden kedua Indonesia lahir pada 8 Juni 1921, di
sebuah dusun yamg ada di Sedayu , Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Karier Soeharto menjelit sejak sukses
membongkar aksi PKI menggulingkan Soekarno serta menculik jenderal-jenderal TNI
Ad Jakarta dan Yogyakarta. Setelah Orde lama berakhir pada 12 Maret 1967 ,
Soeharto dilantik menjadi pejabat presiden guna menggantikan Soekarno yang
lengser karena sakit. Setahun kemudian atas perintah MPR , Soeharto dilantik
menjadi presiden kedua Indonesia.
Setelah resmi menjadi presiden Indonesia, pak HArto merencanakan
pembangunan lima tahun atau Pelita I. Wakil Presiden pada waktu itu adalah Sri
Sultan Hamengkubuwono IX. Pembangunan di masa pak Harto lebih ditekankan pada
swasembada pangan dan pembangunan infrastruktur dalam pertanian. Pak Soeharto sukses memakmurkan rakyatnya
dengan program swasembada pangan dan Keluarga Berencana atau KB. Poplasi
penduduk berhasil ditekan dan pendidikan dsar dijadikan pendidikan wajib. Namun di sisi lain , kebebasan pers dikekan
pada masa pemerintahannya. Kebebasan pers dikekang selama 35 tahun sehingga
terjadi KKN dalam birokrasi pemerintahan Indonesia. Maka Soeharto diturunkan
dari jabatannya oleh kekuatan masyarakat pada tahun 1998.
22. Adam Malik
Adam Malik merupakan seorang warga Negara yang berhasil
menghilangkan nilai tawar Indonesia di mata Negara-negara lain. Adam Malik
lahir pada 22 Juli 1917 di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Awal karier Adam Malik di mulai pada saat dia
menjadi jurnalis dan sering mengikuti kegiatan – kegiatan menuju kemerdekaan
bersama para pemuda. Perjuangan Adam MAlik ditulis dalam sebuah bentuk tulisan.
Adam Malik turut merintis Antara, kantor berita nasional. Adam Malik aktif dalam
kegiatan menuju kemerdeklaan, salah satunya dia bersama para pemuda melakukan
penculikan kepasa Soekarono-Hatta ke Rengasdengklok. Adam Malik juga terjun ke
dalam dunia politik dan menjabat sebagai ketua Partai Gerindo Pematar Siantar.
Karier politiknya membawa dia menjadi tokoh politik Indonesia. Di cabinet
Soeharto, Adam MAlik menjadi menteri luar negri. Dan kemudian I diangkat
menjadi wakil presiden ketiga setelah Sri Sultan Hamengkubuwono.
2.
Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Sri Sultan merupakan orang yang
berjasa bagi kemerdekaan Indonesia. Ia adalah orang pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia.
Sri Sultan memberikan dana pribadinya untuk membayar para tentara Indonesia dan
memberikan sebuah ruangan kosong di keratin utnutk menjadi tempat persembunyian
tentara Indonesia dari Belanda. Ketika pemerintahan Soeharto, Sri Sultan di
angkat menjadi wakil presiden kedua setelah Hatta. Sebelumnya , Sri Sultan
adalah Menteri Utama Bidang Ekonomi dan Keuangan. Setelah turun dari jabatannya
Sri Sultan menjadi Gubernur di daerah Istimewa Yogyakarta sampai akhir
khayatnya, Sri Sultan meninggal di Amerika Serikat pada 1998 pada saat
pengobatan dan dikuburkan di Imogiri.
3.
Ali Murtopo
Ali Murtopo ladir pada 23 September 1924 di Blora, Jawa
Tengah. Semasa hidupnya, Ali Murtopo
menjadi tangan kananya Soeharto dalam mengurusi politik, telik sandi maupun
stabilitas dalam negri. Ali Murtopo memulai kariernya sejak bergabung BKR.
Setelah TNI terbentuk , Ali Murtopo bertugas di Kodam Diponegoro , Jawa Tengah.
Tugas operasi lapangannya antara lain adalah operasi pembasmian oemberontakan
Darul Islam, pimpinan Kartusuwiryo, operasi intelijen pemberontakan PKI. Dalam
Kabinet Soeharto, Ali Murtopo menduduki sebagai Mentri Penerangan Indonesia.
Tapi sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Badan
Koordinasi Intelijen Negara. Ali Murtopo
merupakan orang yang berjasa membangun unstitusi intilijen modern di
Indonesia. Dia adalah tokoh politik INdonesai
baik di depan atu nelakang panggung.
4.
Sintong Hamonangan Panjaitan
Letnan
Jenderal TNI (Purn.)
Sintong Hamonangan Panjaitan atau biasa dirujuk Sintong Panjaitan (lahir di Sumatera
Utara, 4
September 1940;
umur 75 tahun) adalah seorang purnawirawan
TNI lulusan Akademi Militer
Nasional (kini Akademi Militer) tahun 1963.
5.
Amir
Machmud
Amirmachmud
(lahir di Cimahi,
21
Februari 1923 – meninggal
di Cimahi,
21
April 1995
pada umur 72 tahun) adalah seorang Jenderal Militer Indonesia
yang merupakan saksi mata penandatanganan Supersemar,
sebuah dokumen serah terima kekuasaan dari Presiden Sukarno
kepada Jenderal Suharto.
6. Pahlawan
Revolusi di Tragedi Trisakti 1998.
A. Hafidin
Royan, Mahasiswa Teknik Sipil
Tak ada yang
menyangka jika hari itu menjadi hari pertemuan terakhir Hafidin Royan, remaja
murah senyum yang lahir di Bandung pada 28 September 1976 lalu. Ia meninggal
dan jadi korban tragedi Trisakti, sebuah peluru tajam menembus bagian
kepalanya.
Dan
cita-citanya yang ingin menjadi seorang Sarjana Teknik Sipil, harus turut
terkubur bersama tubuh kakunya. Sampai hari ini pun kamar mendiang Hafidin
masih terisi barang-barang miliknya dan tak pernah tersentuh oleh
siapapun apalagi dipindahkan.
B. Elang
Mulia Lesmana, Mahasiswa Arsitektur
Wajahnya
sangat rupawan dan ia terbilang masih sangat muda kala itu. Mahasiswa ganteng
yang mengambil jurusan Arsitektur ini juga dikenal sangat cerdas. Namun pria
kelahiran Jakarta 5 Juli 1978 yang masih berusia 19 tahun itu harus berakhir
karena peluru tajam dari aparat telah menembus dadanya.
Seketika
jantungnya robek, bahkan botol parfum kesayangan yang ada di dalam tas milik
Elang ikut pecah berhamburan. Saat peristiwa Tragedi Trisakti, Elang tak
berhasil menyelamatkan diri ketika ratusan aparat gabungan dari TNI dan Polri
menembaki massa mahasiswa yang hendak pergi ke arah jalur Senayan.
Pada malam
sebelum Elang tewas, ia sempat berkumpul bersama teman-temannya untuk
mengerjakan tugas kelompok. Dan keesokan harinya baru ia bergabung dengan
mahasiswa lainnya untuk melakukan aksi demonstrasi.
C. Heri
Hertanto, Mahasiswa Teknik Mesin
Sosok pemuda
Heri Hertanto dikenal bukan sebagai pegiat aktif dalam suatu gerakan di kampus
Trisakti. Ini menurut keterangan sang Ibunda Lasmiyati bahwa anaknya Heri tak
pernah sekalipun berbicara soal situasi dan kondisi politik Indonesia pada masa
itu. Ia hanya
tahu Heri selalu tekun belajar di Jurusan Teknik Mesin, adapun cita-citanya
agar tercapai membuka wirausaha bengkel ditempatnya.
Namun takdir
kematian manusia tiada yang bisa menebak, segala sesuatu seolah sudah
digariskan. Heri anak kesayangannya harus tewas di ujung senapan aparat, yang
tak mengenal kata kompromi. Padahal sebelum insiden Trisakti itu meletus, Heri
sempat diajak pulang oleh teman-temannya.
D.
Hendriawan Sie, Mahasiswa Jurusan Ekonomi
Adalah
Hendriawan Sie, remaja kelahiran 3 Maret 1978 Balikpapan. Ia adalah mahasiswa
Trisakti terakhir yang gugur menjadi pahlawan reformasi. Pada saat Tragedi
Trisakti meletus ia tertembak peluru tajam dibagian leher, saat ia sedang
berdiri dibalik pagar. Mirisnya posisi Hendriawan berada masih dalam lingkungan
kampusnya sendiri.
Namun apa
yang terjadi, Tuhan ternyata lebih menyayangi Hendriawan. Ia harus meninggal di
usianya yang terbilang sangat muda ketika masih berusia 20 tahun. Miris
mendengarnya, mereka sang Pahlawan Reformasi dibunuh karena Benar, namun api
kebenaran itu tak kan pernah bisa padam dan kita semua adalah saksinya. Dan
ingatlah! kebebasan bersuara, berpikir dan berpendapat yang bisa kita miliki
saat ini adalah karena jasa-jasa mereka.